Semua kenangan yang timbul diantara perjalanan yang kulalui terus saja menusuk hidupku, apakah kenangan adalah sebuah kesalahan dalam hidup?
Aku tak tau pastinya. Yang kutau hidupku tak begitu berarti hari ini. Ketika semua orang bebas tertawa tanpa ada beban masa lalu, aku disini terbungkam akan kenangan yang hadir dalam setiap langkah melupakanmu.
Boleh aku sekedar menyapa? Dan kemudian kembali hidup normal? Tidak, tidak. Ini tak boleh terjadi, bukankah aku bukan manusia yang kuat tentang perasaan.
Lantas apa yang harus aku lakukan, dikala orang-orang mampu tertawa tanpa beban masa lampau?.
CATATAN PENDIDIKAN ISLAM
Sabtu, 10 Agustus 2019
Kamis, 02 Juni 2016
PEMBELAJARAN SKI DI SEKOLAH DASAR
Pembelajaran Dan Metode SKI Di Sekolah Dasar
Pendidikan
adalah sebuah keharusan yang ditaklif oleh Allah kepada seluruh manusia. Karna
sejatinya manusia bergerak sesuai mafahim yang ia miliki ketika mafahimnya
benar maka ia akan bangkit dan ketika mafahimnya salah maka ia aka hancur hal
ini dikemukakan oleh Syeikh Taqiuddin An-nabhani dalam kitabnya nidzhamul islam
( yanhadul insanu bifikrin bima indahu )kebangkitan
manusia tergantung pada pemikirannya oleh karna itu kenapa pendidikan itu
penting lebih lebih lagi Allah menegaskan dalam surat Al-mujadilah ayat 11Yang
artinya “ Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu ( al
mujadilah : 11 )
Sejarah Kebudayaan Islam merupakan
salah satu rumpun PAI yang mengurai tentang perjalanan islam baik dari segi
kebudayaannya maupun peradabannya. Seperti yang kita tahu, bahwa kisah dalam
sejarah sangat banyak muatan nilai-nilai luhurnya. Namun begitu, ternyata dalam
menyampaikan pembelajaran tidak serta-merta menjadi mudah.
Perlu kamu ketahui bahwa Sejarah Kebudayaan Islam merupakan sa¬lah satu mata pelajaran yang menelaah tentang asal-usul, perkembangan, peranan kebu¬da¬yaan atau peradaban Islam dan tokoh-tokoh yang ber¬prestasi dalam sejarah di masa lampau, mulai dari perkembangan masyarakat Islam pada masa Nabi Muhammad Saw hingga masa modern ini, termasuk masyarakat Islam di Indonesia. Dalam kata lain, Sejarah Kebudayaan Islam merupakan mata pelajaran yang menanamkan pe¬ngetahuan dan nilai-nilai mengenai proses perubahan dan perkembangan masya¬rakat Islam dari masa lampau hingga masa kini.
Pembelajaran SKI
di Sekolah Dasar (SD)
Materi
sejarah kebudayaan Islam biasanya berisi kisah dan peristiwa masa lalu yang
bisa dijadikan teladan untuk masa kini. Dalam SK KD SKI untuk jenjang
pendidikan dasar Islam (SD),
mata pelajaran ini diberikan kepada peserta didik di SD seperti:
1. Kehidupan masyarakat
Arab pra-Islam,
2. Kisah perjuangan Nabi
Muhammad SAW,
3. Kisah khulafaurrasyidin
(Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib).
Metode Pembelajaran SKI di SD
Langkah awal yang harus diperhatikan sebelum
menentukan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan
Islam, adalah menentukan tujuan pembelajarannya terlebih dahulu. Di atas telah
dituliskan bahwa tujuan pembelajaran SKI adalah sebagai berikut:
1.Membangun kesadaran
peserta didik tentang pentingnya mempelajari landasan ajaran nilai-nilai dan norma-norma islam yang telah dibangun oleh Rasulullah dalam
rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban islam.
2.Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat
yang merupakan sebuah proses di masa lampau, masa kini, dan masa depan.
3. Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara
benar.
4.Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik terhadap peningalan
sejarah islam sebagai bukti peradaban umat islam di masa lampau.
5. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengambil ibrah dari
peristiwa-peristiwa bersejarah, meneladani tokoh-tokoh berprestasi.
Maka, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran SKI
tersebut, juga dengan mempertimbangkan karakteristik Madrasah seperti yang
dijelaskan diatas, yaitu secara historis madrasah didirikan untuk
mentransmisikan nilai-nilai islam, penentuan model, pendekatan, strategi,
metode, teknik dan taktiknya pun tidak terlepas dari tujuan SKI dan
karakteristik madrasah tersebut.
Sehingga, dalam hal ini, SKI sangat bisa diajarkan dalam pendekatan
pembelajaran, baik yang berpusat pada guru (teacher-centered approaches) maupun
yang berpusat pada peserta didik (student-centered approaches).
Setelah metode tersebut ditentukan, dapat pula dirinci kembali menjadi
teknik atau taktik. Namun teknik dan taktik ini menjadi sangat individual,
tergantung kepada masing-masing guru. Setiap guru mempunyai gaya mengajar,
teknik mengajar dan taknik mengajarnya masing-masing. Sehingga pada bagian ini,
murni menjadi kreatifitas masing-masing guru.
METODE PENDIDIKAN ISLAM DI SD
Metode Pendidikan Islam Di Sd
Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang
bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama
bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam
kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh
melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah
maupun masyarakat.
Metode dalam bahasa arab di kenal dengan istilah thariqah yang
berarti langkah-langkah strategi yang di persiapkan untuk melakukan
suatu pekerjaan. Bila dihubungkan dengan pekerjaan atau pendidikan, maka
metode itu harus diwujudkan dalam proses pendidikan, dalam rangka
mengembangkan sikap mental dan kepribadian agar peserta didik menerima
pelajaran dengan mudah, efektif dan dapat dicerna dengan baik.
1. Metode Ceramah
2. Metode Diskusi 3. Metode Tanya Jawab
4. Metode Pembiasan
5. Metode Rasulullah (keteladanan)
6. Metode Pemberian Ganjaran
7. Metode Pemberian Hukuman
8. Metode Sorogan
9. Metode Bandongan
10. Metode Muzakarah
11. Metode Kisah
12. Metode Pemberian Tugas
13. Metode Karya Wisata
14. Metode Eksperimen
15. Metode Latihan
16. Metode Sosio-drama
17. Metode Simulasi
18. Metode Kerja Lapangan
19. Metode Demonstrasi
20. Metode Kerja Kelompok
Metode pengajaran yaitu suatu cara penyampaian bahan pelajaran untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, fungsinya adalah menentukan berhasil tidaknya suatu prosess belajar-mengajar dan merupakan bagian yang integral dalam suatu sistem pengajaran. Secara garis besar metode mengajar dapat di klaifikasikan menjadi 2 bagian : metode mengajar konvensional dan metode mengajar inkonvesional.
Metode-metode mengajar yang ada antara lain: metode pembiasaan,metode keteladanan, pemberian ganjaran, metode pemberian hukuman,metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode sorogan, metode bandonngan, metode mudzakarah, metode kisah, metode pemberian tugas, metode karya wisata, metode ekperimen, metode latihan, metode sosiodrama, metode simulasi, metode kerja lapangan, metode simulasi, metode kerja lapangan, metode demonstasi, metode kerja kelompok.
PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SD
Pembelajaran Agama Islam Di SD
Pendidikan agama Islam, suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta
didik, agar dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati
tujuan, dan pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.
Menurut Zakiyah Derajat pendidikan agama Islam adalah suatu
usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat
memahami ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati tujuan, dan pada
akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan
hidup.
Dasar Pelaksanaan PAI di SD Pendidikan agama Islam merupakan
bagian dari pendidikan Islam. Pendidikan Islam merupakan subsistem
pendidikan nasional dan ini sesuai dengan UU No. 2, tahun 1989,
tentang pendidikan nasional.
Pendidikan agama Islam di sekolah atau Madrasah bertujuan untuk
menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan keimanan melalui
pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan
peserta didik tentang ajaran agama Islam, sehingga menjadi manusia
muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya,
berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang
pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, berbicara pendidikan
agama Islam, baik makna dan tujuannya haruslah mengacu pada
penanaman nilai-nilai Islam dan tidak dibenarkan melupakan etika
sosial atau moralitas sosial. Penanaman nilai-nilai ini juga dalam rangka
menuai keberhasilan hidup di dunia bagi peserta didik, yang kemudian
akan mampu membuahkan kebaikan di akhirat kelak.
Langganan:
Komentar (Atom)