Selasa, 31 Mei 2016

ILMU PENDIDIKAN ISLAM



Ilmu Pendidikan Islam






Ilmu pendidikan agama islam merupakan upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga, mengimani ajaran agama islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.
Pengertian ilmu pendidikan
 Ilmu pendidikan agama islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga, mengimani ajaran agama islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.yang bertujuan mendidik siswa untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak islam.dan mendidik siswa siswi untuk mempelajari materi ajaran islam-subjek berupa pengetahuan tentang ajaran islam.
  Pentingnya pendidikan islam diera globalisasi sekarang
Dimasa depan, tampaknya pendidikan islam masih harus melakukan perubahan-perubahan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan yang dihadapinya.tantangan yang paling nyata didepan mata adalah globalisasi sebagai akibat kemajuan IPTEK.
Globalisasi adalah suatu proses yang mendunia akibat kemajuan-kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dibidang telekomunikasi dan transportasi.
Pada era globalisasi ini pendidikan sangat penting bagi peserta didik.karena era globalisasi dapat membawa kita untuk semakin mudah memperoleh informasi dari luar yang dapat membantu kita menemukan alternatif-alernatif baru dalam usaha memecahkan masalah yang kita hadapi terutama dalam bidang pendidikan islam,misalnya melalui internet kini kita dapat mencari informasi dari seluruh dunia tanpa harus mengeluarkan banyak dana.
       Analisis dan kondisi pendidikan di lingkungan sekitar
Kondisi pendidikan dilingkungan kita itu sangat baik terutama dilingkungan pesantren atau madrasah,banyaknya pelajaran agama dan umum bisa menambah pengetahuan para peserta didik yang mempelajarinya,dibandingkan sekolah umum yang tidak berwawasan pesantren atau madrasah, seperti SD, SMP atau SMA.materi PAI hanya digabung menjadi satu pelajaran saja disekolah umum yang bukan madrasah.sedangkan kalau dimadrasah pelajaran PAI terbagi menjadi enam,yaitu :
a.    Ilmu alquran
b.    Alhadist
c.    Keimanan
d.    Aqidah akhlak
e.    fIqih atau ibadah
f.      sejarah kebudayaan islam
       Hubungan pendidikan secara umum dengan pendidikan islam
Hubungan pendidikan secara umum dengan pendidikan islam itu sama-sama berupaya untuk memberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada peserta didik dalam pertumbuhan jasmani dan rohani dalam menuju terbentuknya kepribadian utama agar berguna bagi diri sendiri dan masyarakat.
Hubungan pendidikan secara umum dengan pendidikan islam juga dapat mengubah tingkah laku individu pada kehidupan pribadi, masyarakat, dan alam sekitarnya. Dengan cara pengajaran sebagai suatu aktifitas asasi dan sebagai profesi diantara profesi-profesi asasi dalam masyarakat.
  Hubungan pendidikan secara umum dengan pendidikan islam mempunyai tujuan yang biasanya diusahakan untuk menciptakan pola-pola tingkah laku tertentu pada anak-anak atau orang yang sedang dididik 
                
                           

PESERTA DIDIK DALAM ISLAM

Peserta Didik Dalam Islam




Salah satu komponen dalam system pendidikan adalah adanya peserta didik, peserta didik merupakan komponen yang sangat penting dalam system pendidikan, sebab seseorang tidak bisa dikatakan sebagai pendidik apabila tidak ada yang dididiknya.
  Peserta didik adalah orang yang memiliki potensi dasar, yang perlu dikembangkan melalui pendidikan, baik secara fisik maupun psikis, baik pendidikan itu dilingkungan keluarga, sekolah maupun dilingkkungan masyarakat dimana anak tersebut berada.
        Sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajibanya serta melaksanakanya. Hak adalah sesuatu yang harus diterima oleh peserta didik, sedangkan kewajiaban adalah sesuatu yang wajib dilakkukan atau dilaksanakan oleh peserta didik.
 
Pengertian Peserta Didik
            Secara etimologi peserta didik adalah anak didik yang mendapat pengajaran ilmu. Secara terminologi peserta didik adalah anak didik atau individu yang mengalami perubahan, perkembangan sehingga masih memerlukan bimbingan dan arahan dalam membentuk kepribadian serta  sebagai bagian dari struktural proses pendidikan. Dengan kata lain peserta didik adalah seorang individu yang tengah mengalami fase perkembangan atau pertumbuhan baik dari segi fisik dan mental maupun fikiran.
            Sebagai individu yang tengah mengalami fase perkembangan, tentu peserta didik tersebut masih banyak memerlukan bantuan, bimbingan dan arahan untuk menuju kesempurnaan. Hal ini dapat dicontohkan ketika seorang peserta didik berada pada usia balita seorang selalu banyak mendapat bantuan dari orang tua ataupun saudara yang lebih tua. Dengan demikina dapat di simpulkan bahwa peserta didik merupakan barang mentah (raw material) yang harus diolah dan bentuk sehingga menjadi suatu produk pendidikan.
a.       Ciri-ciri peserta didik :
1.    kelemahan dan ketak berdayaannya
2.    berkemauan keras untuk berkembang
3.    ingin menjadi diri sendiri (memperoleh kemampuan).
b.    Kriteria peserta didik :
 Syamsul nizar mendeskripsikan  enam kriteria peserta didik, yaitu :
1.    peserta didik bukanlah miniatur orang dewasa tetapi memiliki dunianya sendiri
2.    peserta didik memiliki periodasi perkembangan dan pertumbuhan
3.    peserta didik adalah makhluk Allah yang memiliki perbedaan individu baik disebabkan oleh faktor bawaan maupun lingkungan dimana ia berada.
4.    peserta didik merupakan dua unsur utama jasmani dan rohani, unsur jasmani memiliki daya fisik, dan unsur rohani memiliki daya akal hati nurani dan nafsu
5.    peserta didik adalah manusia yang memiliki potensi atau fitrah yang dapat dikembangkan dan berkembang secara dinamis.
 Didalam proses pendidikan seorang peserta didik yang berpotensi adalah objek atau tujuan dari sebuah sistem pendidikan yang secara langsung berperan sebagai subjek atau individu yang perlu mendapat pengakuan dari lingkungan sesuai dengan keberadaan individu itu sendiri. Sehingga dengan pengakuan tersebut seorang peserta didik akan mengenal lingkungan dan mampu berkembang dan membentuk kepribadian sesuai dengan lingkungan yang dipilihnya dan mampu mempertanggung jawabkan perbuatannya pada lingkungan tersebut.
              Sehingga agar seorang pendidik mampu membentuk peserta didik yang berkepribadian dan dapat mempertanggungjawabkan sikapnya, maka seorang pendidik harus mampu memahami peserta didik beserta segala karakteristiknya. Adapun hal-hal yang harus dipahami adalah :
1.    kebutuhannya
2.    dimensi-dimensinya
3.    intelegensinya
4.    kepribadiannya.
  Allah SWT berfirman :
  salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya” (Q.S. Al – Qashas 28:26).