Bahaya Ilmu Yang Tidak Manfaat Dalam Islam
Dalam islam, ilmu
memiliki pengetahuan yang sangat agung dan mulia di sisi Allah swt. Karena
dengan ilmulah semuanya berawal melangkah menuju jalan suci dan jalan yang insya
Allah di ridhoi oleh Allah swt selain itu, ilmu juga dapat mengangkat derajat
bagi siapa yang mengamalkan dan memilikinya.
Begitu indahnya islam sebagai
rahmat bagi semesta alam sehingga segala tingkah laku kita di atur oleh islam,
sampai pada ilmu pun islam mengaturnya mulai dari kewajiban menuntut ilmu,
mengamalkan ilmu, dan bahaya bagi orang yang enggan untuk mengamalkan ilmu. Hal
tersebut harus kita pahami secara jelas dan mendetail sehingga kita tidak
termasuk orang-orang yang salah dalam memahami ilmu. Sebagaimana di jelaskan
dalam sabda Rasulullah Saw:
اَلْعِلْمُ
عِلْماَنِ:عِلْمٌ فِي اْلقَلْبِ فَذَ لِكَ الْعِلْمُ النَّا فِعُ وَ عِلْمٌ عَلَ
الِّلسَانِ فَذَ لِكَ حُجَّةُ اللهِ عَلَ ا بْنِ أَدَمَ
(Ilmu itu ada dua
macam: Pertama ilmu dalam hati (ilmu ma’rifat), inilah yang di sebut ilmu nafi
(ilmu yang manfaat). Kedua ilmu lisan, dengan ilmu ini Allah akan meminta
pertanggung jawaban dari semua mahluknya). (HR. Imam Turmudzi dan Imam Hakim
dengan sanad yang baik)
Apa Itu Ilmu
Ilmu adalah cahaya Allah yang
di anugrahkan kepada hamba-hambanya yang dia kehendaki dan ilmu juga berasal
dari Al Qur’an dan Hadis sahih yang di turunkan oleh Allah swt kepada ummatnya
melalui perantara nabinya, tak perlu di selidiki lagi karena kedua-duanya
sumber yang benar. Alam juga adalah sumber ilmu tetapi perlu di kaji dan di
selidiki terlebih dahulu kebenarannya baru menjadi ilmu. Sebab itu penemuan
alam di katakan teori karena kadang-kadang bisa berubah lagi jika ada penemuan yang
baru pula.
Tujuan ilmu pada
dasarnya adalah untuk di jadikan pedoman yang boleh di gunakan bagi kehidupan
manusia. Seperti hadis berikut
1. عَن ابنِ عُمَر رَضِيَ اللهُ
عَنهُماَض قَال: سَمِعةُ رَسولالله صل الله عليه وسلم يَقُلولُ: (بَينَا اناَ
ناَءمٌ أتيتُ بقدَحِ لبنٍ فشرِبتُ حتي إنِّي لأريَّ يخرجُ فِي أظفارِي ثُمَّ
أعطيتُ فضلِي عُمرَ بن الخطَّاب) قاَلُوا: فما أوَّلتُهُ يا رسُول الله؟ قاَل:
(العلم)
Di riwayatkan dari ibn
umar r.a: Rasulullah Saw. Pernah bersabda, di dalam tidurku, aku melihat
mangkuk penuh susu di berikan kepadaku dan aku meminumnya hingga membasahi
sebagian jemariku. Kemudian aku memberikan sisanya kepada ummar bin khattab.
(para sahabat nabi saw) bertanya, apa tafsir anda (terhadap mimpi itu) ya
Rasulullah saw? Nabi saw menjawab, itulah ilmu (agama).
Apa itu Ilmua Manfaat
عن
أبي موس رضي الله عنه قال: عَنِ النَّبِي صل الله عليه وسلم: (مثلُ مَا بعثنِي
الله بِهِ مِنَ الهدَي والعمِ كمثلِ الغَيثِ الكثيرِ أصاَب أَرضًا فكاَنَ مِنها
نقيَّةٌ قبِلتِ الماءَ فأَنبَتَنِ الكلأَ والعشبَ الكثيرَ و كاَنَت منهاَ
لأَجاَدِبث أَمسكتِ المَاءُ فنفعَ الله بها النَّاس فشربوا وسقوا وزرعوا وأَصابَ
منهاَ طا ءفةَ أُخرَي إِنَّما هي قيعانٌ لاَ تمسكُ ماءً ولاَ تُنبِتُ كلأ فذالكَ
مثلُ مَن فقهَ في دينِ الله ونفعهُ ما بعثني الله بهِ فعلمَ وعلَّمَ ومثلُ من لم
ير فع بذ لكَ رَأسًا ولم ىقبل هدي الله الذِي أُرسلتُ بِهِ)
Di riwayatkan dari Abu
Musa r.a; Nabi Muhammad Saw. Pernah bersabda, pengibaratan petunjuk dan ilmu
pengetahuan yang di berikan Allah kepadaku adalah seperti hujan deras yang di
turunkan Allah ke permukaan tanah. Sebagian adalah tanah yang subur yang
menyerap air hujan itu ada di permukaan tanah. Sebagian adalah tanah yang subur
yang menyerap air hujan itu dan di atasnya itu tumbuh rumput-rumput dan
sayur-mayur. Sebagian lagi tanah keras yang menahan air itu dan orang-orang
dapat menggunakannya sebagai air minum, yang lainnya tanah yang tandus yang tak
dapat menyerap air dan sayur mayor tak dapat tumbuh di atasnya (sehingga tanah
itu tidak memberi keuntungan apapun). Yang pertama (dan kedua) adalah contoh
orang yang memahami agama (islam) dan memperoleh keuntungan (dari pengetahuan)
yang di turunkan Allah swt. Kepadaku (Nabi Muhammad Saw) kemudian mempelajari
dan mengajarkan kepada orang lain. Yang terakhir adalah contoh orang yang tidak
mempedulikannya dan tidak memperoleh petunjuk Allah yang di turunkan kepadaku
(ia ibarat tanah yang tandus)
Yang di maksud hadis di
atas adalah:
1. Sekelompok
orang yang mengerti dan memahami serta mengamalkan Al Qur’an dan sunnah serta
mengajarkannya kepada orang lain.
2. Sekelompok
orang yang hanya mampu menyampaikannya saja. Contoh orang yang meriwayatkan
sebuah hadis tapi tidak memahaminya.
sebidang tanah yang tidak berguna sama sekali.
Air hujan yang di turunkan tidak berpengaruh baginya sedikit pun. Tidak mampu
menampung air dan tidak pula menumbuhkan rerumputan. Mereka orang-orang yang
tidak berguna. Mereka tidak memanfaatkan dan menaruh perhatian terhadap wahyu
Allah swt tetapi justru mendustakan dan menyepelekannya. Mereka lah
seburuk-buruk manusia.
Apa Itu Ilmu Tidak Manfaat
Mengamalkan ilmu adalah suatu
pokok kewajiban ummat musli. Adapun meninggalkannya memiliki konsenkuensi yang
beragam, tergantung hukum dari amalan yang di tinggalkan, hukumnya bisa jadi
kufur, maksiat, makruh, atau mubah.
Sungguh sangat bagus
ucapak Al-Fudhail Bin Iyadh:
لا
يز ال العالم جاهلا حتي يعمل بعمله فاذاعمل به صارعالما
Seorang alim tetap di
katakana jahil sebelum ia mengamalkan ilmunya, jika ia mengamalkannya maka baru
lah ia di katakana seorang alim.
Ucapan ini mengandung
makna yang dalam. Seseorang mempunyai ilmu namun tidak di amalkan maka ia tetap
di katakan jahil (bodoh) jika ia memiliki ilmu tapi ia tidak mengamalkan
ilmunya. Seseorang yang berilmu tidak di katakan alim ulama yang tulen kecuali
jika ia mengamalkan ilmunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar