Senin, 30 Mei 2016

PERILAKU MANUSIA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI

Perilaku manusia terhadap pendidikan islam anak usia dini
Seiring dengan perkembangan kognitif yang terjadi pada anak usia dini (PAUD), antara lain terlihat dari  perkembangan bahasanya, anak usia tersebut diharapkan mulai memahami aturan dan norma yang dikenalkan oleh guru melalui penjelasan-penjelasan yang sederhana. Guru mulai mengenalkan, mengajarkan dan membentuk sikap dan perilaku anak mulai dari sikap dan cara menghadapi orang lain, cara berpakaian dan berpenampilan, cara dan kebiasaan makan, dan cara berperilaku sesuai dengan aturan yang dibentuk dalam suatu lingkungan atau situasi tertentu.
a.       Sikap dan cara berhubungan dengan orang lain (sosialisasi)
Hal ini menyangkut perilaku anak mulai dari cara bersikap dan cara menghadapi orang lain. Misalnya memberi dan menjawab salam, bersikap sopan, berbicara dengan sopan santun sehingga terjalin komunikasi yang baik.
b.      Cara berpakaian dan penampilan
Guru pendidikan anak usia dini (paud) perlu menjelaskan bahwa penampilan dan cara berpakaian seseorang dapat memberi kesan tentang perilaku moral seseorang. Anak harus tau di mana dan pada situasi apa ia harus menggunakan baju tidur, baju renang, baju sekolah. Selain itu cara bersolek, bersikap dan berpenampilan yang bagaimana di anggap pantas dengan situasi dan pantas di hadapinya.
c.       Sikap dan kebiasaan makan
Sikap dan kebiasaan makan seharusnya di ajarkan kepada anak sejak dini, kebiasaan makan mulai di ajarkan seiring dengan perkembangannya. Misalnya anak makan menggunakan tangan kanan, mengambil makanan dengan sendok dan mengambil yang terdekat, anak harus menghabiskan makanannya serta memberi kesempatan yang lebih tua untuk mengambil makanan lebih dahulu, berdoa sebelum dan sesudah makan sebagai perwujudan rasa syukur atas makanan yang diberikan oleh Allah serta membagi makanan dengan teman.
d.      Sikap dan perilaku anak yang mempelancar hubungannya dengan orang lain
Bagian pembahasan ini berkaitan dengan cara berhubungan dengan orang lain, tetapi lebih di khususkan pada hubungan tidak langsung, namun membawa dampak pada kelancaran hubungan dengan orang lain. Misalnya anak di ajari mencintai sesama, antri menunggu giliran, menghormati orang lain, menjaga sarana umum dan lain sebagainya.
Ada beberapa teori yang menyangkut perkembangan moral anak usia dini diantaranya adalah :
1.      Menurut John Dewey
Perkembangan moral seseorang melewati tiga fase yaitu :
a)  Fase pre moral atau pre conventional, pada fase ini sikap dan perilaku manusia banyak dilandasi oleh impuls biologis dan sosial.
b)  Tingkat konvensional, pada tahap ini perkembangan moral manusia banyak didasari oleh sikap kritis kelompoknya.
c)  Autonomous, pada tahap ini perkembangan moral manusia banyak dilandaskan pada pola pikirannya sendiri.
Apresiasi terhadap teori diatas adalah pada dasarnya manusia memiliki kesamaan pola perkembangan moral, pendidikan anak usia dini secara teoritis berada pada fase pertama dan kedua.
2,  Menurut Piaget
Perkembangan moral seorang manusia melalui dua tahapan yaitu :
    a)  Tahapan heteronomous, pada tahap ini kehidupan saat awal belum memiliki pendirian kuat dalam menentukan sikap dan perilaku, anak akan memilih dan menentukan sesuatu dengan pertimbangan yang menguntungkan dirinya sendiri tidak peduli dengan ungkapan atau pilihan sikap orang lain dan Tahapan ini merupakan tahapan yang seharusnya dipehatikan oleh seorang guru taman kanak-kanak karena pada fase ini anak masih sangat labil, mudah terbawa arus, mudah terpengaruh dan dalam rangka pendidikan moral mereka perlu bimbingan terus menerus.
    b)  Tahapan Autonomous, moralitas anak mulai terbentuk dari proses pembelajaran dalam kehidupannya yang memungkinkan dirinya banyak menggunakan pertimbangan akal sehat, pengetahuan dan pengalaman hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar