Perilaku manusia terhadap pendidikan islam anak usia dini
Seiring dengan
perkembangan kognitif yang terjadi pada anak usia dini (PAUD), antara lain
terlihat dari perkembangan bahasanya, anak usia tersebut diharapkan mulai
memahami aturan dan norma yang dikenalkan oleh guru melalui
penjelasan-penjelasan yang sederhana. Guru mulai mengenalkan, mengajarkan dan
membentuk sikap dan perilaku anak mulai dari sikap dan cara menghadapi orang
lain, cara berpakaian dan berpenampilan, cara dan kebiasaan makan, dan cara
berperilaku sesuai dengan aturan yang dibentuk dalam suatu lingkungan atau
situasi tertentu.
a.
Sikap dan cara
berhubungan dengan orang lain (sosialisasi)
Hal ini
menyangkut perilaku anak mulai dari cara bersikap dan cara menghadapi orang
lain. Misalnya memberi dan menjawab salam, bersikap sopan, berbicara dengan
sopan santun sehingga terjalin komunikasi yang baik.
b.
Cara berpakaian
dan penampilan
Guru pendidikan
anak usia dini (paud) perlu menjelaskan bahwa penampilan dan cara berpakaian
seseorang dapat memberi kesan tentang perilaku moral seseorang. Anak harus tau
di mana dan pada situasi apa ia harus menggunakan baju tidur, baju renang, baju
sekolah. Selain itu cara bersolek, bersikap dan berpenampilan yang bagaimana di
anggap pantas dengan situasi dan pantas di hadapinya.
c.
Sikap dan
kebiasaan makan
Sikap dan
kebiasaan makan seharusnya di ajarkan kepada anak sejak dini, kebiasaan makan
mulai di ajarkan seiring dengan perkembangannya. Misalnya anak makan
menggunakan tangan kanan, mengambil makanan dengan sendok dan mengambil yang
terdekat, anak harus menghabiskan makanannya serta memberi kesempatan yang
lebih tua untuk mengambil makanan lebih dahulu, berdoa sebelum dan sesudah makan
sebagai perwujudan rasa syukur atas makanan yang diberikan oleh Allah serta
membagi makanan dengan teman.
d.
Sikap dan
perilaku anak yang mempelancar hubungannya dengan orang lain
Bagian
pembahasan ini berkaitan dengan cara berhubungan dengan orang lain, tetapi
lebih di khususkan pada hubungan tidak langsung, namun membawa dampak pada
kelancaran hubungan dengan orang lain. Misalnya anak di ajari mencintai sesama,
antri menunggu giliran, menghormati orang lain, menjaga sarana umum dan lain
sebagainya.
Ada beberapa
teori yang menyangkut perkembangan moral anak usia dini diantaranya adalah
:
1.
Menurut
John Dewey
Perkembangan moral seseorang melewati tiga fase yaitu :
a) Fase pre moral
atau pre conventional, pada fase ini sikap dan perilaku manusia banyak
dilandasi oleh impuls biologis dan sosial.
b) Tingkat konvensional, pada tahap ini
perkembangan moral manusia banyak didasari oleh sikap kritis kelompoknya.
c) Autonomous, pada tahap ini
perkembangan moral manusia banyak dilandaskan pada pola pikirannya sendiri.
Apresiasi terhadap teori diatas
adalah pada dasarnya manusia memiliki kesamaan pola perkembangan moral,
pendidikan anak usia dini secara teoritis berada pada fase pertama dan kedua.
2, Menurut Piaget
Perkembangan moral seorang manusia melalui dua tahapan yaitu :
a) Tahapan
heteronomous, pada tahap ini kehidupan saat awal belum memiliki
pendirian kuat dalam menentukan sikap dan perilaku, anak akan memilih dan
menentukan sesuatu dengan pertimbangan yang menguntungkan dirinya sendiri tidak
peduli dengan ungkapan atau pilihan sikap orang lain dan Tahapan ini merupakan
tahapan yang seharusnya dipehatikan oleh seorang guru taman kanak-kanak karena
pada fase ini anak masih sangat labil, mudah terbawa arus, mudah terpengaruh
dan dalam rangka pendidikan moral mereka perlu bimbingan terus menerus.
b) Tahapan
Autonomous, moralitas anak mulai terbentuk dari proses pembelajaran
dalam kehidupannya yang memungkinkan dirinya banyak menggunakan pertimbangan
akal sehat, pengetahuan dan pengalaman hidupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar